Tingkat Kemiskinan Indonesia Kembali Menurun pada Maret 2025
Perdesaan Masih Lebih Banyak Miskin
Badan Pusat Statistik mencatat bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia kembali mengalami penurunan pada Maret 2025. Persentase penduduk miskin berada di angka 8,47 persen, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan ini menjadi sinyal positif di tengah upaya pemulihan ekonomi nasional.

Secara jumlah, penduduk miskin di Indonesia tercatat sekitar 23,85 juta orang. Angka ini menurun dibandingkan periode sebelumnya, menunjukkan adanya perbaikan daya beli dan akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar.
Perbedaan Kondisi di Perkotaan dan Perdesaan
Berdasarkan wilayah, tingkat kemiskinan di daerah perdesaan masih lebih tinggi dibandingkan perkotaan. Persentase kemiskinan di perdesaan berada di kisaran 11,03 persen, sedangkan di perkotaan sekitar 6,73 persen.
Meski demikian, penurunan kemiskinan di wilayah perdesaan tercatat lebih besar. Hal ini mengindikasikan bahwa pembangunan di wilayah luar kota mulai menunjukkan hasil, terutama melalui peningkatan akses infrastruktur dan layanan dasar.
Garis Kemiskinan dan Pola Pengeluaran
Garis kemiskinan digunakan sebagai acuan untuk menentukan status kemiskinan penduduk. Ukuran ini dihitung berdasarkan pengeluaran minimum per kapita per bulan yang mencakup kebutuhan makanan dan non-makanan.
Setiap daerah memiliki garis kemiskinan yang berbeda, tergantung pada harga kebutuhan pokok dan pola konsumsi masyarakat setempat. Oleh karena itu, penanganan kemiskinan membutuhkan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi wilayah.
Ketimpangan Pendapatan Ikut Menurun
Selain penurunan angka kemiskinan, ketimpangan pendapatan masyarakat juga menunjukkan perbaikan. Distribusi pengeluaran rumah tangga menjadi lebih merata dibandingkan periode sebelumnya.

Penurunan ketimpangan ini mencerminkan dampak positif dari berbagai program perlindungan sosial serta peningkatan kesempatan kerja di berbagai sektor ekonomi.
Kemiskinan Ekstrem Terus Berkurang
Jumlah penduduk yang tergolong miskin ekstrem juga mengalami penurunan. Kelompok ini merupakan masyarakat dengan keterbatasan paling besar dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Penurunan kemiskinan ekstrem menandakan bahwa intervensi pemerintah yang menyasar kelompok paling rentan mulai menunjukkan hasil nyata di lapangan.
Tantangan dan Fokus ke Depan
Meski tren penurunan terus berlanjut, tantangan pengentasan kemiskinan masih besar. Beberapa wilayah masih mencatat angka kemiskinan di atas rata-rata nasional.
Ke depan, penguatan lapangan kerja, peningkatan kualitas pendidikan, serta perluasan akses layanan kesehatan menjadi faktor penting agar penurunan kemiskinan dapat berlangsung berkelanjutan.



